Sang bulan menangis
Sang mentari memang bengis
Sang bulan mati
Saat mentari pergi
Ya, bulan takkan hidup tanpa sinar mentari
Ini kisah tentang bulan dan mentari
Saat mentari pergi bulan hanya menangis
Tak mampu berdiri
Terisak dan menahan pedihnya hati
Terluka karna dikhianati
Berjalan menembus kelam nya hari
Membawa langit kedalam kebisuan
Bintang bintang bersinar pucat
Ikut berduka cita atas kawannya
Angin tak bertiup riuh
Hanya menyampaikan kabar akan kisah ironi
Bumi, dia disapa
Berhati hangat tersenyum cerah
Ia jatuh hati pada sang bulan
Yang selalu bersamanya melalui malam
Kini sang bulan ditemani bumi
Berjalan beriringan menuju sang fajar
Hati belum sepenuh terobati
Namun ia kini tak lagi sendiri
Bumi selalu tersenyum pada nya
Menyingkirkan segala kegundahan hati
Membuatnya merasa berarti
Namun di sudut hatinya ia masih merindukan mentari
Ini kisah ironi
Ini kisah tentang bulan mentari dan bumi.
insipired by: curhatan seorang teman dan lamunan galau mahasiswa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar